Sinopsis: Biografi Gus Dur

Daftar Isi [Tampil]
Sinopsis: Biografi Gus Dur

Judul: Biografi Gus Dur (Gus Dur: the authorized biography of Abdurrahman Wahid)
Penulis: Greg Barton
Penerbit: IRCiSOD Yogyakarta
Cetakan: Januari 2020
ISBN: 978-623-7378-21-1
Tebal: 516 halaman
Ukuran: 13.0 x 20.5 cm
Peresensi: AI

Sinopsis

"Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid" adalah sebuah buku biografi yang mengisahkan tentang kehidupan dan perjalanan Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur. Buku ini ditulis oleh seorang penulis asing, Greg Barton, yang membuat buku ini dengan metode wawancara langsung terhadap Gus Dur dan keluarga serta orang-orang terdekatnya.

Buku ini menjadi salah satu buku biografi terkenal tentang mantan Presiden Indonesia ke-4 tersebut. Buku ini diterbitkan pada tahun 2002 dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Buku ini masih dianggap sebagai sumber referensi penting bagi para peneliti dan penggemar Gus Dur.

Dalam buku ini, Greg Barton membawa pembaca masuk ke dalam kehidupan Gus Dur dari masa kecil hingga akhir hayatnya. Gus Dur lahir pada tanggal 7 September 1940 di Jombang, Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga yang sangat terpandang di kalangan ulama NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ayahnya, Wahid Hasyim, adalah seorang ulama terkenal dan juga mantan Menteri Agama di era Soekarno.

Sejak kecil, Gus Dur telah belajar agama Islam dan bahasa Arab. Ia belajar di sekolah yang didirikan oleh ayahnya, yaitu Pesantren Tebuireng. Gus Dur juga memiliki minat yang besar dalam bidang politik dan sosial. Ia sering memperhatikan perkembangan politik Indonesia dan juga isu-isu sosial yang ada di masyarakat.

Gus Dur kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Di sana, ia belajar tentang Islam dan bahasa Arab dengan lebih mendalam. Selama di Kairo, Gus Dur juga terlibat dalam gerakan mahasiswa dan sering berbicara tentang isu-isu politik dan sosial di Indonesia.

Setelah lulus dari Al-Azhar, Gus Dur kembali ke Indonesia dan aktif di NU. Ia mendirikan sebuah organisasi bernama PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang berfokus pada pengembangan pemikiran Islam yang moderat dan toleran. Gus Dur juga terlibat dalam gerakan anti-PKI (Partai Komunis Indonesia) pada era Orde Baru.

Pada tahun 1984, Gus Dur terpilih menjadi Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Ia memimpin NU dengan visi dan misi yang baru, yaitu memperjuangkan hak asasi manusia dan kerukunan antarumat beragama. Selama memimpin NU, Gus Dur juga berbicara tentang pentingnya menjaga hubungan baik antara agama dan negara.

Pada tahun 1999, Gus Dur terpilih menjadi Presiden Indonesia ke-4 setelah reformasi. Ia terpilih secara tidak langsung oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) dan menggantikan B.J. Habibie. Kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden Indonesia tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari krisis ekonomi, konflik etnis dan agama, hingga berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat. Namun, Gus Dur terus berusaha untuk menjaga stabilitas dan memperjuangkan hak-hak rakyat.

Di masa kepemimpinannya, Gus Dur juga memperjuangkan hak-hak minoritas dan mendorong toleransi antarumat beragama. Ia juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang dianggap kontroversial, seperti memberikan amnesti kepada sejumlah narapidana politik dan membebaskan Timor Timur dari penjajahan Indonesia.

Namun, kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden Indonesia tidak berlangsung lama. Pada tahun 2001, ia dijatuhkan dari kursi kepresidenan oleh MPR karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Meski demikian, Gus Dur tetap menjadi sosok yang dihormati dan diingat oleh banyak orang karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan kerukunan antarumat beragama.

Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Gus Dur, buku ini juga membahas tentang berbagai isu sosial dan politik yang berkembang di Indonesia. Greg Barton membahas tentang pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama, serta pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia.

Buku ini juga membahas tentang isu-isu politik yang berkembang pada masa Gus Dur, seperti konflik Timor Timur, krisis ekonomi, dan gerakan separatis di Aceh dan Papua. Greg Barton juga membahas tentang peran Gus Dur dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Dalam buku ini, Greg Barton menggambarkan Gus Dur sebagai sosok yang kompleks, penuh dengan kontradiksi. Di satu sisi, ia adalah seorang ulama yang sangat taat dalam menjalankan ajaran Islam. Namun, di sisi lain, ia juga merupakan sosok yang toleran dan memperjuangkan hak-hak minoritas.

Buku ini juga membahas tentang hubungan Gus Dur dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya. Greg Barton membahas tentang peran keluarga dalam membentuk karakter Gus Dur dan juga peran orang-orang terdekatnya dalam membantunya dalam berbagai keputusan yang sulit.

Secara keseluruhan, buku biografi Gus Dur karya Greg Barton adalah sebuah karya yang sangat menarik dan inspiratif. Buku ini memberikan gambaran yang sangat detail tentang kehidupan dan perjuangan Gus Dur, serta pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan kerukunan antarumat beragama. Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang tertarik untuk belajar tentang sejarah Indonesia dan juga tentang perjuangan hak asasi manusia dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Kelebihan

Buku biografi Gus Dur karya Greg Barton memiliki beberapa kelebihan. Pertama, buku ini memberikan gambaran yang sangat detail tentang kehidupan dan perjuangan Gus Dur, serta pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan kerukunan antarumat beragama. Kedua, buku ini membahas berbagai isu sosial dan politik yang berkembang pada masa kepemimpinan Gus Dur, sehingga pembaca dapat memahami lebih dalam tentang situasi politik dan sosial Indonesia pada saat itu. Ketiga, gaya penulisan Greg Barton yang sangat jelas dan mudah dipahami membuat buku ini sangat mudah dinikmati oleh pembaca dari berbagai kalangan.

Kekurangan

Dibalik kelebihan dari buku ini ternyata buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, buku ini cenderung terlalu fokus pada sosok Gus Dur, sehingga kurang memberikan gambaran yang menyeluruh tentang situasi politik dan sosial Indonesia pada saat itu. Kedua, terdapat beberapa kesalahan faktual dan kekurangan referensi pada beberapa bagian buku, sehingga membuat keakuratan informasi dalam buku ini terganggu. Ketiga, buku ini mungkin kurang cocok untuk pembaca yang tidak terlalu tertarik dengan sejarah atau politik, karena sebagian besar isi buku ini berkaitan dengan hal tersebut.

Kesimpulan

Setelah membaca buku biografi Gus Dur karya Greg Barton, dapat diambil kesimpulan bahwa Gus Dur adalah sosok yang kompleks, penuh dengan kontradiksi, namun tetap menjadi sosok yang dihormati dan diingat oleh banyak orang karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan kerukunan antarumat beragama. Gus Dur adalah sosok yang taat dalam menjalankan ajaran Islam, namun tetap toleran dan memperjuangkan hak-hak minoritas. Selain itu, buku ini juga memberikan gambaran yang sangat detail tentang berbagai isu sosial dan politik yang berkembang pada masa kepemimpinan Gus Dur, serta pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Meski buku ini memiliki beberapa kekurangan, namun secara keseluruhan buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang tertarik untuk belajar tentang sejarah Indonesia dan juga tentang perjuangan hak asasi manusia dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
LihatTutupKomentar
Cancel